18/06/2021

BELAJAR TOP

Semua Bisa Ngetop

Wayang Kulit Warnai Dies Natalis ke-45 UNS Surakarta

BELAJARTOP.COM – Wayang kulit menjadi salah satu kegiatan yagn digelar dalam rangka Dies Natalis ke-45 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pagelaran wayang kulit itu berlangsung secara virtual  live streaming dengan lakon Bimo Suci, Sabtu (21/3/2021) malam.

Pagelaran yang terselenggara berkat kerja sama dengan Kominfo tersebut disiarkan melalui channel Youtube KominfoTV, Bolo Seni dan UNS Surakarta.

Pertunjukan tersebut berlangsung  dari Bangsal Seni Krangan, Makamhaji, Sukoharjo, dengan menampilkan dalang kondang, Warseno Slenk.

Panitia acara, Honggo dalam rilisnya menjelaskan, kegiatan pagelaran wayang virtual tersebut merupakan kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan UNS Surakarta.

“Tema yang diusung adalah, Melalui Media Pertunjukan Rakyat Wayang Kulit Dalam Rangka Sosialisasi Nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis ke-45 UNS Surakarta, Djoko Suhardjanto menjelaskan, lakon Bimo Suci tersebut menceritakan tentang ketulusan. Juga tekat, motiasi daan kepedulian terhadap sesama dan upaya untuk selalu berusaha memperbaiki diri.

“Lakon Bimo Suci dipilih karena sangat cocok dengan karakter mahasiswa dalam rangka pencarian jati diri,” jelasnya.

Tak Boleh Patah Semangat

Menurut dia, dalam lakon Bimo Suci itu terkandung pelajaran dalam hal proses pencarian jati diri, di mana semangat itu sangat cocok dengan dunia pendidikan.

“Sebagaimana kampus yang menggodog mahasiswa dalam kerangka pencarian jati diri tersebut. Dan ini bukan hanya persoalan internal kampus saja, melainkan  juga masalah yang menyangkut masyarakat sekitar,” tambah Djoko Suhardjanto.

Hal senanda juga diungkapkan oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Pembagunan Manusia Kementerian Informasi dan Informatika, Wiryanta.

Dia  mengungkapkan pagelaran wayang kulit secara virtual tersebut merupakan  bentuk inovasi dari Kominfo untuk terus menjalankan fungsinya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan memberdayakan seniman.

“Tentu saja dengan tidak melanggar melanggar tatanan new normal di masa pandemic. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu seniman tetap berkarya, sekaligus informasi dan pesan-pesan yang positif tetap sampai ke masyarakat,” bebernya.

Wiryanta menjelaskan, kepatuhan seluruh elemen masyarakat terhadap imbauan pemerintah dengan melaksanakan 5M di masa pandemi Covid-19 merupakan cerminan dari pelaksanaan nilai-nilai Pancasila.

“Di era pandemi ini tentunya kita juga mengalami banyak kesulitan, tetapi kita tidak boleh patah semangat,” ungkap Wiryanta.

Pagelaran wayang kulit  virtual tersebut juga disambut positif  Ki Warseno Slenk. Ia berujar, melaui pagelaran tersebut  penyampaian nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat  dapat  terus dilakukan dengan tanpa melanggar tatanan new normal di masa pandemic.

“Ini akan menjadi semangat baru kawan-kawan seniman yang belakangan sempat terhenti karena dampak pandemi,” kata dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
Translate »