18/06/2021

BELAJAR TOP

Semua Bisa Ngetop

Kuliah Bersama Unisri Surakarta dan Unsoed

BELAJARTOP.COM – Kuliah bersama antara Unisri Surakarta dan Unsoed digelar secara daring di tengah pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 pada sisi lain memang membawa sesuatu yang positif dalam sistem pembelajaran pembelajaran.

Salah satunya, pembelajaran berubah dari bentuk yang konvensional ke arah daring. Dengan demikian, pembelajaran dapat dilakukan di mana dan kapan saja.

Demikian pula, pertukaran dosen atau kuliah bersama antar perguruan tinggi bisa dilaksanakan tanpa terkendala biaya.

Demikian pernyataan salah satu dosen Prodi Hubungan Internasional (HI) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta,  Setyasih Harini, SIP, MSi, di ruang kerjanya, Rabu sore (24/3/2021).

Lebih lanjut, Setyasih Harini menyampaikan baru saja menjalin kerja sama dengan  Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto yakni menyelenggarakan kuliah bersama secara daring.

“Kuliah bersama diikuti 50 mahasiswa semester 6 dari prodi HI Unisri dan HI Unsoed untuk mata kuliah Gender dan Poltik. Tema yang diusung tentang jejak perjuangan perempuan dalam kesetaraan gender, dan telah diselenggarakan Senin lalu. Pada kesempatan tersebut kami mendapat kesempatan menyampaikan materi kuliah secara daring, yang dimoderatori Sritami Santi H, SIP, MA,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Setyasih Harini, menjelaskan materi kuliah yang disampaikan seputar kedudukan perempuan dalam kesetaraan gender.

“Perempuan sekarang meski sudah berpendidikan tinggi harus tetap mengeksplorasi potensi agar dapat menghadapi glass ceiling yaitu hambatan kasat mata yang muncul dari masyarakat. Selama ini masyarakat masih menganggap perempuan lebih cocok diranah domestik, ketika ada perempuan yang melejit ada kecemburuan karena sedikit ketakutan kalau sampai mengalahkan laki-laki,” paparnya.

Setyasih Harini, juga menyinggung peran perempuan dalam era milenial.

“Perempuan milenial saat ini semakin banyak tantangannya. Tantangan tersebut bukan hanya berasal dari lingkungan masyarakat tapi juga kemajuan teknologi. Informasi yang terkoneksi dengan internet semakin membelenggu generasi millenial jika tidak ditindaklanjuti dengan bijaksana. Untuk itu upaya menggali talenta sangat diperlukan agar generasi milenial tidak terjebak pada pemuliaan penampilan fisik semata,” tandasnya.

Selain sebagai dosen mata kuliah Gender dan Politik, Setyasih Harini juga sebagai Ketua Pusat Studi Wanita Unisri.

Di akhir perbincangan berpesan kepada generasi milennial untuk terus memupuk passionnya agar mampu menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
Translate »